Masalah ‘dicuekin or diselesaiin’? (bagian 1)

February 24, 2007 - Leave a Response

Setiap manusia normal pasti memiliki masalah. (Yang nggak normal adalah merasa nggak punya masalah or merasa paling bermasalah !). Pertanyaannya, untuk apa kita punya masalah, mengapa Tuhan memberi kita masalah ?
Sebelum dilanjutkan alangkah baiknya kita memaknai ulang apa itu masalah, secara ringkasnya masalah adalah ‘jurang’ atau ‘jarak’ atau ‘beda’ antara idealita dengan realita, antara keinginan dengan kenyataan, antara harapan dengan sejatinya apa yang terjadi.
Nah baru deh kita bisa memahami apa sebenarnya ‘maksud’ Tuhan memberi kita masalah. Pertama fahamilah bahwa Tuhan tidak akan membebani kita di luar kesanggupan yang kita punyai, artinya pada saat kita dibebani ‘musibah masalah’ maka pada saat yang sama sebenarnya kita dikasih ‘anugerah kemampuan untuk menghadapinya’. Hanya saja kemampuan ini baru berupa potensi yang masih harus dikembangkan dengan ilmu, kefahaman dan kesungguhan, serta harus dipupuk dengan keyakinan bahwa kita mampu menghadapinya. Kedua, Tuhan sedang mendidik kita untuk sungguh-sungguh memahami apakah idealisme atau sesuatu yang kita idealkan itu memang sudah sesuai dengan apa yang IA gariskan, agar kita cerdas dalam memilih dan memilah masalah mulai dari tingkat prioritas, sampai dengan perlu tidaknya hal tersebut kita permasalahkan. Ketiga, untuk menyadarkan pada diri kita bahwa mental set, logika berfikir, perasaan kita harus dididik agar lebih kuat dan lebih cerdas serta jujur dengan nurani ketika menghadapi permasalahan yang akan datang. Keempat, Untuk menguji kita agar lebih ber’makna (naik kelas, naik tingkat) untuk layak mendapat nikmat selanjutnya, baik di dunia maupun akhirat.

Advertisements

Pelatihan Unggulan

February 8, 2007 - Comments Off on Pelatihan Unggulan

Smart Motivation Training, adalah achievement motivation training (AMT) yang mencerdaskan dan mencerahkan, membuka kesadaran diri tentang potensi, merancang visi dan misi hidup, mengevaluasi diri, mengenal sifat dan karakter, memahami logika perubahan diri, membangun kebiasaan efektif dalam hidup, dan sinergikan diri. Durasi minimal 4 jam
Be a Smart Trainer, merupakan Training for Trainer, yakni sebuah pelatihan yang mengajak kita untukbelajar menjadi seorang Trainer. Dengan menyadari bahwa seorang trainer bukanlah seorang guru semata, apalagi menggurui, ia dalah fasilitator yang mampu memahami alur logika pembelajaran. Yang mempunyai semangat belajar-mengajar. Dalam pelatihan ini akan dilatih retorika dan komunikas efektif, presentasi efektif, mind mapping dan experential learning, menyusun desain dan alur pelatihan. Menjadikankan diri sebagai Trainer yang cerdas dan mencerdaskan. Durasi Minimal 6 jam
Be a Smart Team, merupakan pelatihan Manajemen Organisasi, yang mengajak peserta untuk menyadari pentingnya komunikasi dalam organisasi, menyadari mental set yang harus dibangun antara leader dan follower, Merancang alur kaderisasi, Balanced Scored Chart dalam organisasi, membangun visi-misi-strategi, Strategi Rapat efektif dan Evaluasi. Durasi minimal 6 jam
Smart Personality Training, merupakan pelatihan Motivasi Plus,pesrta selain dimotivasi juga diajak untuk mendiskusikan permasalahannya, mengenal kepribadiannya serta merancang visi dan misi diri Durasi minimal 6 jam

Isi dari Pelatihan dapat disesuai dengan kebutuhan dari klien, serta situasi lapanganmaupun kondisi peserta (baiki jumlah maupun latar belakang permasalahannya. Secara garis besar biaya pelatihan dihitung jam efektif (per jam 250 ribu rupiah atau menyesuaikan lokasi maupun jumlah peserta, pengambilan banyak paket, atau kontrak lebih dari 1 paket atau lebih dari 1 hari dapat dipertimbangkan) Biaya hanya fee trainer saja, belum termasuk akomodasi dan transportasi serta sarana pelatihan (alat, handbook, co-card, sertifikat, etc)

Kemampuan dan Kebiasaan

February 8, 2007 - Leave a Response

Setelah mengeluarkan pendapat tentang “The Seven Habit – The Most Effective People” , Covey menemukan hubungan korelatif antara kebiasaan efektif dan tingkat aktualisasi kemampuan dasar manusia (dalam: Seven Habit Revisited: seven unique human endowment, Stephen Covey: 1996-1998). Di dalam diri manusia terdapat tujuh kemampuan dasar yang berasosiasi dengan model kebiasaan menurut kontinum tertentu. Tujuh kemampuan dasar (endowment) itu antara lain: 1) Kesadaran-diri (self awareness), 2) imajinasi (imagination and conscience), 3) Kemauan (will power), 4) mentalitas berlimpah (abundance mentality), 5) Keberanian (courage with consideration), 6 ) Kreativitas (creativity), 7) Pembaruan (self renewal). Ketujuh kemampuan dasar itu digolongkan menjadi dua, yaitu primer (1,2, 3) dan sekunder (4, 5, 6, 7).
Adapun tujuh kebiasaan manusia efektif (seperti yang sudah dijelaskan dalam buku Covey yang telah beredar di sini) adalah: 1) Proaktif (Proactive), 2) Berawal dari tujuan akhir (Begin with the end), 3) Mengutamakan yang utama (First thing first), 4) Berpikir menang-menang (Think win-win), 5) Memahami lebih dulu (seek first to understand), 6) sinergisitas (synergize), 7) Mengasah gergaji (sharpen the saw).

5 langkah perubahan diri

February 8, 2007 - 7 Responses

1. Tentukan Visi
2. Berbagilah dan komunikasikanlah
3. Temukan Mitra
4. Cari lingkungan yang kondusif
5. Bersyukur dan bersabar dengan evaluasi diri